ITB Genesis 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;
laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Gen 1:27 ITB)
Kita diciptakan menurut gambar-Nya , dan hal apa yang paling terlihat
persamaan manusia dengan Allah sang Pencipta dalam ayat-ayat sebelumnya?
Alkitab mencatat bahwa ALLAH BERFIRMAN , kalimat ini tercatat 9 kali ditemukan
pada permulaan ayat dalam kejadian pasal pertama . dalam bahasa aslinya Allah
berfirman sama dengan Allah berbicara atau Allah berkata-kata , satu persamaan
yang dapat kita lihat didalam diri kita manusia dengan Allah kalau kita
BERKATA-KATA.
Hal apa yang menurut Roh Kudus begitu penting untuk kita pelajari sehingga
9 kali kita temukan kalimat “Allah berfirman” (Allah berkata) itu muncul , itu
membawa saya pada ayat
ITB Genesis 1:3 Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu
terang itu jadi. (Gen 1:3 ITB)
Apapun yang kita katakan itu berasal dari apa yang kita lihat , atau dengar
,masuk kedalam pikiran, lalu kita ucapkan . apabila saya melihat hari mendung saya berpikir
sepertinya hari ini akan hujan maka saya katakan
“kayanya ini hari akan hujan”, semuanya ada tercermin seperti ayat diatas akan
tetapi ayat di atas dan ayat yang lainnya tidak tercatat Allah “berpikir” ; tetapi
Allah melihat :
ITB Genesis 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah
melayang-layang di atas permukaan air. (Gen 1:2 ITB)
Allah berkata-kata ; lalu terjadi
ITB Genesis 1:3 Berfirmanlah Allah:
"Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. (Gen 1:3 ITB)
Sekarang yang menjadi pertanyaan karena kita diciptakan serupa dan segambar
mengapa kita memikirkan tetapi Allah tidak atau setidaknya alkitab tidak
menunjukan hal itu? sedangkan kita
selalu memiliki pandangan kalau apa yang kita pikirkan itu sangat penting dan dapat
mempengaruhi kehidupan kita. Apa yang alkitab ingin beritahukan dalam hal
ini????
Jawabannya ada dalam dua kata awal dalam ayat diatas “Berfirmanlah Allah” Allah tidak
berkata-kata berdasarkan dari apa yang Dia pikirkan tetapi Allah berkata-kata
berdasarkan dari SIAPA DIA! Jadi Allah tidak berpikir lalu Dia berkata-kata ,
tetapi Allah berkata-kata sebab DIALAH SANG PENCIPTA.
Sekarang mari kita kembali kepada kalimat “segambar dengan Allah”. Seberapa
sering kita berkata-kata berdasarkan apa yang kita pikirkan bukannya
berdasarkan dari siapa kita ? Ular berbisik kepada Hawa , Hawa berpikir lalu
Hawa berkata-kata sebelum dia melakukan apa yang dia pikirkan. Yang padahal
Hawa atau Adam dapat berkata-kata kalau "kami sudah seperti Allah ,
diciptakan serupa dan segambar dengan Nya tidak perlu lagi memakan buah itu
untuk menjadi seperti Allah!”. Jadi sejak dari awal pun ibilis memakai pikiran
manusia sebagai alat untuk mempercayai perkataan nya , oleh sebab itu Allah
tidak tertarik untuk mengajarkan kita cara berpikir yang baik dan yang benar
lalu berkata-kata dan bertindak, tetapi Dia tertarik untuk kita bertindak dan
berkata-kata berdasarkan siapa kita.
ITB Genesis 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh
TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah
berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" (Gen
3:1 ITB)
Sebagai catatan dari ayat di atas Iblis memakai binatang yang paling cerdik untuk mengelabuhi manusia . kecerdasan kita ,kepintaran kita, kepandaian kita sangat labil untuk bisa kita andalkan menentukan tindakan kita . haruskah kita berhemat, haruskah kita belanja ini dan itu , haruskah makan ini dan itu , haruskah saya olahraga sekian jam perhari , dll.. semuanya baik tapi pernahkah
kita merenungkan untuk mem pause semua pikiran itu yang menjadi dasar untuk
kita berkata-kata dan bertindak dan Mulai
untuk berbicara atas keadaan dan situasi kita , berdasarkan dari siapa kita.
Siapa kita didalam Kristus apa yang telah Dia perbuat untuk kita, Dia bawa
semua kutuk kea tas kayu salib supaya tidak ada kutuk lagi melainkan berkat
dalam kehidupan kita, Dia bawa sakit
penyakit ke atas kayu salib supaya tidak ada sakit penyakit lagi dalam
kehidupan kita . perkatakan berkat
dalam kehidupan kita. Di mana saat yang tepat untuk berkata-kata disaat kita
melihat “Gelap”
ITB Genesis 1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah
melayang-layang di atas permukaan air. (Gen 1:2 ITB)
Maka Allah Berbicara : "Jadilah
terang." Lalu terang itu jadi. (Gen 1:3 ITB)
Tetapi bagaimana kalau apa yang saya katakan tidak terjadi? Apabila timbul
pertannyaan ini dan kita mengikutinnya , kembali lagi kita bekata-kata dan
bertindak seperti apa yang kita pikirkan bukan seperti siapa kita sebenarnya.
Tuhan Yesus memberkati.