Discipline ( new American standard bible)
Ganjaran / menghajar( Indonesia terjemahan baru)
Paideia ( new testament in original Greek) - definisi: the rearing of the child , training, discipline - memelihara/mengayomi seorang anak , melatih , disiplin.
Ibrani 12:6-11
Krn dlam terjemahan alkitab kita di tulis ganjaran/ menghajar (ayat6) .. maka image yg terbentuk di dalam kepala saya adalah Allah yg selalu siap untuk menghukum kita di saat kita kedapatan berbuat salah.. ganjaran dr saya tidak taat dan tidak setia. Sehingga membangun hubungan yg tidak harmonis antara saya dengan Bapa.
Sehingga saya berpangku pada kekuatan saya sendiri untuk menjaga kekudusan, dan prilaku baik saya. Saya kehilangan figur Bapa yg menopang yg mengangkat saya di saat saya jatuh.. yg mengakibatkan apabila saya datang padanya penuh dengan ketakutan (pola hidup perjanjian lama). Bahkan itu sampai mengkotori makana disiplin itu sendiri di mata saya.. krn sering saya dapati disiplin pengaplikasiannya di jatuhi apabila kita mendapati seseorang kedapatan bersalah dlm lingkungan kerohanian kita .
Mengetahui makana nya sekarang .membuka pikiran saya. seseorang jatuh, bersalah di dlm lingkungan kekristenan kita karena dia kurang disiplin.. jauh seblum dia jatuh. Apabila dia jatuh bru kita mendisiplin saya rasa itu terlambat.. dan kita kehilangan makna nya. Sehingga disiplin seolah2 menjadi rotannya Tuhan disaat kita terpuruk.
Jauh terlebih penting dri pengalamn saya di atas adalah bagai mana image Tuhan itu terbentuk di dlm pikiran kita.. dia yg telah merelakan anak Nya yg tunggal di hukum untuk pelangaran kita .. sehinga kita bebas dr semua jenis/ bentuk hukuman.. masakan berubah disaat kita ditemukan kekurangan , masakan Dia melupakan apa yg AnakNya yg tunggal dikayu salib lakukan?..
disiplin kita sekarang bagaimana kita tetap tingal tenang di dalam Dia, mata kita tetap tertuju kepada Yesus sumber kekuatan kita, kita ada di dalam "halaman iman nya si Bapa".. itulah bentuk disiplin kita sekarang setiap hari , setiap menit, setiap detik.
Apabila bapa kita di dunia yg mendidik kita dengan rotan kita hargai.. masakan Dia yg merelakan anak Nya yg tunggal di hukum buat kita sehingga Dia hanya meningalkan Kasih Nya untuk kita, Kita tidak hargai.. perubahan kita datang dr kebaikan Nya.
Abba Bapa memberkati melalui Tuhan Yesus kristus..
Amin.
Versi 2
Disiplin Adalah sesuatu yg indah terutama apabila kita menelusuri dr makna dlm bhs yunani
yaitu paideia (memelihara / mengayomi seorang anak, atau melatih). Seperti satu group team basket untuk memenangkan pertandingan mereka harus displin dalam melatih setamina mereka, kerja sama mereka, mental mereka dll.
Apabila mereka kalah itu krn mrk kurang disiplin entah dr fisik , mental, dll. Tetapi cendrung kita menempatkan kata disiplin setelah kita mengalami kekalahan.. contohnya Pelatih datang dan berkata saya disiplin kamu semua krn team kita kalah!
Sadar atau tidak kita sering mengaplikasikan ini kedalam kehidupan rohani kita.kita sering mendisiplinkan diri kita setelah kita merasa berbuat yg 'kurang layak dihadapan Tuhan'..setidak nya itu saya alami di dlm kehidupan rohani saya.. kita mendisiplinkan diri kita setelah kita 'jatuh'.. saya pikir ini urutan yg keliru (menurut pendapat saya). Kekeliruan ini dapat merampas keuntungan yg berada dlm arti makna kata tersebut. Dan membuat iblis 'menang satu langkah di depan kita'. Maksud saya begini apabila kita kalah dulu bru kita disiplin kan diri itu artinya kita bonyok dlu bru berbenah.. sekarang klau belum sempet berbenah udah di sikat lagi.. ko lahhh kita.
Tetapi apabila kita mendisiplinkan diri terlebih dahulu fokus akan Yesus , akan karya salibnya, akan kebaikannya, akan siapa kita dihadapannya, akan firmanNya., dll..ini akan mencegah kita untuk kalah ini yg mau iblis 'kaburkan dr kita'.iblis ingin kita memiliki mental kalah dr pada mental pemenang..
Dan satu lagi image Tuhan yg baik akan goyah di kepala kita menyebapkan perasaan hubungan yg kurang harmonis dng BAPA.. krn kita menempatkan kata disiplin seperti cambuk dan hukuman apabila kita 'jatuh' ( proses belajar). Sehinga kekuatan kita hilang dalam bertanding krn kekuatan kita berasal dr kebaikanNya..
Saya ingat waktu final NBA antara heat vs spurs.
Spurs punya penembak tree point andalan masih muda dan berbakat danny green.. pelatih nya berkata kpd danny : saya tidak perduli itu bola nantinya masuk apa ngak ke jaring pas kamu tembak/lempar, Saya mau kamu lempar bola itu ke keranjang!!!!!
Perkataan seperti ini yg membangun mental pemenang ..
Walaupun spurs akhirnya kalah dlm game itu di kandang heat.
Walaupun kalah pelatihnya tidak datang dan menatap muka danny dng kecewa.. karena pelatihnya tau dgn melakukan itu dia akan membunuh mental pemenang yg ada di dln danny..mereka kalah di 'luar' tetapi mereka' menang di dalam'.
Terimakasih roh kudus
No comments:
Post a Comment