Friday, 13 September 2013

Tetap berada di bawah kasih karunia



Ketika Tuhan Yesus berjalan di muka Bumi . Dia bertemu dengan seorang anak muda kaya yang Yang berkata  :

ITB  Matthew 19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
 18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, (Mat 19:18 ITB)
19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
 20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"

Menuruti setiap perintah Tuhan , itu adalah hal yang kita semua inginkan karena itu semua kan membawa kita melihat karakter karakter Ilahi. Dan sering kita berpikir seperti anak muda tadi kalau dia sanggup melakukan semua perintah Allah.. Akan tetapi nyatanya anak muda tadi gagal memenuhi perintah pertama dalam 10 Hukum Tuhan yaitu

7 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Deu 5:7 ITB)

Dia telah menaruh Harta benda (dalam hal ini) sebagai allah lain dalam kehidupannya.

Sebelum kita lanjutkan ada baiknya kita mengetahui apa itu Hukum, Hukum adalah Tuntutan dari Tuhan berupa perintah yang ditujukan kepada manusia untuk di lakukan , apabila tidak maka akan menerima ganjaran. Dan system Hukum di berlakukan dalam Perjanjian lama  pada saat Tuhan memberikan 2 loh batu kepada Musa.

Kembali ke anak muda tadi dia merasa dia bisa mentaati seluruh hukum Tuhan tetapi nyatanya Tidak, disini kita dapat lihat kalau Hukum dibuat untuk kita manusia “Mentok”     Rasul Paulus berkata seperti ini :

10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
 11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
 12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
 (Rom 3:10-12 ITB)

Ini membawa kita semua GAGAL DIHADAPAN HUKUM TITIK . Tidak ada dari kita yang mampu menyombongkan diri Dihadapan Hukum.
Nahhhhh apabila kita sudah berada dalam pemahaman ini , kita seharusnya bersyukur. Kenapa? karena posisi dimana kita Gagal dihadapan Hukum , itu membuat kita layak menerima KASIH KARUNIA. Tetapi apabila kita tidak menyadari hal ini Hukum akan membuat kita menjadi pembohong
Rasul Paulus memaparkanya seperti ini :

21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri," mengapa engkau sendiri mencuri?
 22 Engkau yang berkata: "Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
 23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu?
 24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain." (Rom 2:21-24 ITB).

Sekarang buat kita yang sudah menyadari kalau kita sudah berada di bawah Kasih Karunia (Perjanjian Baru) dapatkah kita terjebak di dalam sytem pola perjanjian lama??
SANGAT BISA,,, DAN BAHKAN SERING SAYA TEMUI SEPERTI INI.  Kita terjebak menempatkan Kesetiaan, Ketekunan , Kesabaran , DLL bahkan MENJADI SEPERTI YESUS sebagai TUNTUTAN yang seharusnya tidak demikian. Apabila kita menaruh itu semua sebagai Tuntutan akan ada satu titik dimana kita kelelahan di situ lah IBLIS beraksi. Jangan salah paham bukan berarti itu semua tidak penting, tetapi kita musti ada didalam urutan yang benar. Kenapa ? karena kita tidak mau terjebak mengikat kan semuanya itu kedalam account kita bukan kedalam apa yang KRISTUS YESUS telah perbuat untuk kita (Kasih Karunia) .Inilah titik rentan yang sering kita temui.


Mari kita belajar dari Zakeus Pemungut cukai, yang sama dengan kita Gagal dihadapan Hukum .
Pada masa itu seorang pemungut cukai adalah seorang penghianat karena dia mengambil pajak dari bangsanya sendiri lalu memberikannya kepada penjajah.

 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
 3 Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek.
 4 Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.
 5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu."
 6 Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.
 7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
 8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
 9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
 10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Luk 19:2-10 ITB)

Zakeus tertolak oleh orang –orang sebangsanya dia dicap sebagai Pendosa (ayat7), tapi kita lihat apa kata TuhanYesus : "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.

Tuhan Yesus menunjukan Kesempurnaan KasihNya Kepada Zakeus inilah semangat perjanjian Baru..apa yang terjadi Zakeus memiliki kekuatan untuk Memberi :

"Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Mari kita tarik benang merah antara Zakeus pemungut cukai dengan anak muda getol Hukum (lol)
Anak muda tadi pergi.. apa yang dia beri TIDAK ADA Apakah dia kaya ,, sangat kaya.. Kenapa dia tidak mau meberi Karena Tuhan Yesus menunjukan kesempurnan Hukum kepadanya… sehingga dia tidak dapat berbuah atau lebih tepatnya Tidak memiliki kekuatan untuk berbuah. itulah Perbedaan Penting yang musti kita renungkan.


Tuhan Yesus Memberkati.
 

No comments:

Post a Comment