Ketika Tuhan Yesus berjalan
di muka Bumi . Dia bertemu dengan seorang anak muda kaya yang Yang berkata :
ITB Matthew 19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa
yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam
hidup, turutilah segala perintah Allah."
18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus:
"Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan
saksi dusta, (Mat 19:18 ITB)
19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
sendiri."
20 Kata orang muda itu kepada-Nya:
"Semuanya itu telah
kuturuti, apa lagi
yang masih kurang?"
Menuruti setiap perintah Tuhan , itu adalah hal
yang kita semua inginkan karena itu semua kan membawa kita melihat karakter
karakter Ilahi. Dan sering kita berpikir seperti anak muda tadi kalau dia
sanggup melakukan semua perintah Allah.. Akan tetapi nyatanya anak muda tadi gagal
memenuhi perintah pertama dalam 10 Hukum Tuhan yaitu
7 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Deu 5:7 ITB)
Dia telah menaruh Harta benda
(dalam hal ini) sebagai allah lain dalam kehidupannya.
Sebelum kita lanjutkan ada baiknya kita mengetahui
apa itu Hukum, Hukum adalah Tuntutan
dari Tuhan berupa perintah
yang ditujukan kepada manusia
untuk di lakukan , apabila tidak maka akan menerima ganjaran. Dan system Hukum
di berlakukan dalam Perjanjian lama pada
saat Tuhan memberikan 2 loh batu kepada Musa.
Kembali ke anak muda tadi dia merasa dia bisa
mentaati seluruh hukum Tuhan tetapi nyatanya Tidak, disini kita dapat lihat
kalau Hukum dibuat untuk kita manusia “Mentok” Rasul Paulus berkata seperti ini :
10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
11
Tidak ada seorangpun yang
berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
12
Semua orang telah
menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun
tidak.
(Rom 3:10-12
ITB)
Ini membawa kita semua GAGAL DIHADAPAN HUKUM TITIK . Tidak ada dari kita yang mampu menyombongkan
diri Dihadapan Hukum.
Nahhhhh apabila kita sudah berada dalam pemahaman
ini , kita seharusnya bersyukur. Kenapa? karena posisi dimana kita Gagal
dihadapan Hukum , itu membuat kita layak menerima KASIH KARUNIA. Tetapi apabila kita tidak menyadari
hal ini Hukum akan membuat kita menjadi pembohong
Rasul Paulus memaparkanya seperti ini :
21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau
mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: "Jangan mencuri,"
mengapa engkau sendiri mencuri?
22 Engkau yang berkata:
"Jangan berzinah," mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik
akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala?
23 Engkau bermegah atas hukum
Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat
itu?
24 Seperti ada tertulis:
"Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa
lain." (Rom 2:21-24 ITB).
Sekarang buat kita yang sudah menyadari kalau kita
sudah berada di bawah Kasih Karunia (Perjanjian Baru) dapatkah kita terjebak di
dalam sytem pola perjanjian lama??
SANGAT BISA,,, DAN BAHKAN SERING SAYA TEMUI SEPERTI INI. Kita
terjebak menempatkan Kesetiaan, Ketekunan , Kesabaran , DLL bahkan MENJADI
SEPERTI YESUS sebagai TUNTUTAN
yang seharusnya tidak demikian. Apabila kita menaruh itu semua sebagai Tuntutan
akan ada satu titik dimana kita kelelahan di situ lah IBLIS beraksi. Jangan salah
paham bukan berarti itu semua tidak penting, tetapi kita musti ada didalam
urutan yang benar. Kenapa ? karena kita tidak mau terjebak mengikat kan
semuanya itu kedalam account kita bukan kedalam apa yang KRISTUS YESUS telah
perbuat untuk kita (Kasih Karunia) .Inilah
titik rentan yang sering kita temui.
Mari kita belajar dari Zakeus Pemungut cukai, yang
sama dengan kita Gagal dihadapan Hukum .
Pada masa itu seorang pemungut cukai adalah seorang
penghianat karena dia mengambil pajak dari bangsanya sendiri lalu memberikannya
kepada penjajah.
2 Di situ ada seorang bernama
Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
3 Ia berusaha untuk melihat orang
apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya
pendek.
4 Maka berlarilah ia mendahului
orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di
situ.
5 Ketika Yesus sampai ke tempat
itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari
ini Aku harus menumpang di rumahmu."
6 Lalu Zakheus segera turun dan
menerima Yesus dengan sukacita.
7 Tetapi semua orang yang melihat
hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang
berdosa."
8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata
kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang
miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan
empat kali lipat."
9 Kata Yesus kepadanya: "Hari
ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak
Abraham.
10 Sebab Anak Manusia datang untuk
mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Luk 19:2-10 ITB)
Zakeus tertolak oleh orang –orang sebangsanya dia
dicap sebagai Pendosa (ayat7), tapi kita lihat apa kata TuhanYesus : "Hari ini telah terjadi keselamatan
kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
Tuhan Yesus menunjukan Kesempurnaan KasihNya Kepada
Zakeus inilah semangat perjanjian Baru..apa yang terjadi Zakeus memiliki
kekuatan untuk Memberi :
"Tuhan, setengah dari
milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang
kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."
Mari kita tarik benang merah antara Zakeus pemungut
cukai dengan anak muda getol Hukum (lol)
Anak muda tadi pergi.. apa yang dia beri TIDAK ADA Apakah dia kaya
,, sangat kaya.. Kenapa dia tidak mau meberi Karena Tuhan Yesus menunjukan
kesempurnan Hukum kepadanya… sehingga dia tidak dapat berbuah atau lebih
tepatnya Tidak memiliki kekuatan untuk berbuah. itulah Perbedaan Penting yang musti kita renungkan.
Tuhan Yesus Memberkati.
No comments:
Post a Comment