Sunday, 11 August 2013

'Telah'


1 Korintus 6:11
Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Perhatikan kata 'Telah' dalam ayat di atas muncul 3 kali dan dikaitkan dengan Kesucian, Kekudusan, Kebenaran. Bukan akan dikuduskan atau sedang di kuduskan tetapi kita TELAH dikuduskan. Artinya titik awal start kekristenan kita kita sudah suci, kudus, dan benar. Kita tidak sedang meberi diri kita disucikan akan tetapi kita Telah memberi diri kita disucikan , kita tidak akan memperoleh Kekudusan tapi kita TELAH memperoleh Kekudusan. Dan kita telah dibenarkan.

Lohhh... Nanti dulu , bagaimana bisa saya yg penuh dengan kekurangan, kelemahan, dan pikiran curang, dll. Bisa memperoleh ketiga hal ini????
Apa Dari tindakan saya yg dapat saya perhitungkan sehingga saya mendapatkan ketiga hal tersebut??? Jawabannya adalah
Tidak ada!!  Tidak ada dari Tindakan kita yg dapat membuat kita memperoleh Ketiga hal tersebut!!
Semuanya adalah pemberian..
Di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. (kalimat setelah itu dlm ayat tsb)

Apabila kita merasa ketiga hal tersebut akan hilang atau, bisa hilang apabila kita berbuat salah di dalam kehidupan kekristenan kita itu suatu tanda kalau kita masih mengukur kesucian, Kekudusan, dan Kebenaran kita skr ada berdasarkan tindakan kita.. Bukan berdasarkan apa yg Yesus perbuat untuk kita.

Itu suatu tanda pula kita masih berpikir tindakan kita sebagai sesuatu yang layak untuk Tuhan nilai sebagai suatu kebenaran dimata Nya karena apabila kita berbuat yg bertentangan dr itu maka kita tidak suci dan kudus lgi...

Apabila (apabila lagi nihh) ditemukan kita bisa memperoleh kesucian, Kekudusan, dan kebenaran melalui tindakan kita.. Tandanya kita sanggup berdiri sendiri tanpa Kristus..  Apakah demikian??  Tentu tidak, karena kita tidak sanggup maka TUHAN memberi kan itu untuk kita di dlm Kristus.
Sekarang kembali lagi, apabila kita mengkaitkan ketiga hal tersebut berdasarkan tindakan kita.. Sadarkah kita bahwa kita  mengkaitkan ketiga hal tersebut kepada sosok yg lemah...  Yaitu kita L-E-M-A-H. Tetapi seringkali kita tidak mau mengakui nya..  Kita mau ada sesuatu dr kita yg paling tidak Tuhan perhitungkan sebagai sesuatu kebenaran sehingga kita mendapatkan pujian.

efek lain dr mengkaitkan ketiga hal tersebut kepada tindakan kita, tidak kepada apa yg Yesus telah kerjakan untuk kita.. yg saya temukan adalah, kita akan mudah menilai org lain juga berdasarkan tindakan mereka dan kita mengambil kesimpulan kalau kita lebih baik dr mereka . Ketika Kita melihat seorang pendosa di luar Kristus kita akan menutup pintu gereja untuk mereka.. Bukan melihat kalau gereja sebagai jawaban untuk mereka.

Dan satu efek lagi yg Tidak kalah penting adalah kita akan mudah di permainkan oleh si iblis..  Apa bila kita hanya membaca hanya satu ayat dlm satu hari.. 

Maka iblis akan membisikkan kata- kata seperti

' cuma satu ayat!! Liat Tuh ... Tetangga sebelah baca 10 ayat sehari!!' .. Ketika kita berbuat salah iblis tuduh.. Ketika kita berbuat benar iblis bilang itu tidak cukup!!!.

Tapi ketika kita berkata Kebenaran saya berasal Dr Tuhan saya Yesus Kristus, mau saya baca hanya 1 ayat atau 100 ayat dalam sehari itu tidak mempengaruhi setatus saya kalau saya tetap kudus , suci dan benar. Saya tidak bisa lagi menilai diri saya sendiri karna Tuhan menilai kebenaran,kesucian,dan kekudusan saya berdasarkan ketaatan satu orang yaitu Kristus ini membuat kita aman Di Dalam DIA , sehingga hubungan kita dengan Bapa tidak akan pernah putus karna Kristus sempurna untuk Bapa dan untuk kita.

 Iblis berusaha untuk mengaburkan Ketiga hal ini di dlm pikiran kita sehingga kita selalu “terganggu” dalam menjalin hubungan yang intim dengan Bapa karna iblis membuat kita yang menjadi fokus bukan Kristus yang menjadi Fokus.

ITB  Romans 5:19
Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar. (Rom 5:19 ITB)

No comments:

Post a Comment